Tentang

Program Peduli adalah sebuah prakarsa Pemerintah Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan inklusi sosial bagi enam kelompok yang paling terpinggirkan di Indonesia, yang kurang mendapat layanan pemerintah dan program perlindungan sosial. Enam kelompok sasaran tersebut adalah: (1) Anak dan remaja rentan, (2) Masyarakat adat dan lokal terpencil yang tergantung pada sumber daya alam, (3) Korban diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama, (4) Orang dengan disabilitas, (5) Hak Asasi Manusia dan Restorasi Sosial, dan (6) Waria.

Pada tahun 2014, administrasi Joko Widodo menetapkan sembilan prioritas pembangunan atau “Nawa Cita” untuk periode lima tahun, dari 2015 sampai 2019. Peduli mendukung lima komitmen “Nawa Cita,” yaitu:

  • Nawacita 1: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
  • Nawacita 2: Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
  • Nawacita 3: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
  • Nawacita 5: Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
  • Nawacita 9: Memperteguh ke-bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia

Program Peduli berkerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan pada perempuan, anak-anak, dan kelompok-kelompok terpinggirkan dengan memenuhi kebutuhan dan layanan dasar, pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, pembangunan manusia, dan restorasi sosial.

Pada tahap pertama, program ini bernama PNPM Peduli dan difasilitasi selama 2011-2014 oleh PNPM Support Facility (PSF) – World Bank. Pada Maret 2014, The Asia Foundation ditetapkan sebagai managing partner dalam Program Peduli Fase II, dengan dana dari Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Pada Desember 2016, Program Peduli diperpanjang sampai Desember 2018.  

Pada Program Peduli fase ini, kegiatan lebih difokuskan untuk meningkatkan inklusi sosial dan ekonomi dalam pembangunan Indonesia, dengan meningkatkan akses pelayanan hak dasar dan penerimaan sosial bagi mereka yang terpinggirkan.  

Peduli bekerja sama dengan delapan mitra payung nasional (Yayasan SAMIN, Indonesia untuk Kemanusiaan, Kemitraan, Lakpesdam NU, Satunama, YAKKUM, PKBI, LPKP) dan 66 organisasi masyarakat sipil di 73 kota/kabupaten di 21 provinsi.

Peta lokasi dan mitra Program Peduli bisa diakses di sini.

Situs ini ditujukan kepada khalayak umum, media massa, dan pembuat kebijakan dengan foto, video, dan cerita pendek tentang pekerjaan inti para mitra Program Peduli, yaitu Inklusi Sosial.

  • Potret Inklusi adalah gambar, cerita, dan video tentang Inklusi Sosial.
  • Dukung adalah kumpulan informasi, infografis, dan bahan media sosial yang dapat digunakan oleh siapa pun untuk mempromosikan Inklusi Sosial di lingkungan masing-masing.

Program Peduli aktif di berbagai media sosial dengan pesan tagar #IDInklusif sehingga masyarakat luas bisa ikut berpartisipasi dengan berbagi contoh tindakan inklusi sosial yang dilakukan warga Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi info@programpeduli.org.