44 hasil untuk group: korban-diskriminasi-intoleransi-dan-kekerasan-berbasis-agama


Bebaskan Hak Para Penghayat Marapu

Di rumah Kepala Desa Lairuru, Pemerintah Desa, Yasalti, TAF, Satunama, dan LPKP berdiskusi untuk bersama-sama memenuhi hak para penghayat Marapu dalam memperoleh akses kependudukan, pendidikan, dan kesehatan tanpa mempermasalahkan latar belakang kepercayaan mereka. (Mitra Peduli: Yasalti | Lokasi: Sumba Timur, NTT | Mitra Payung: Satunama | Foto: Program Peduli Satunama | November 2017)

Menuju Kulon Progo Inklusif

Mitra Peduli bersama Jaringan Inklusi Kabupaten Kulon Progo (Jarik Rogo) menggelar pelatihan “Perumusan Menuju Kabupaten Kulonprogo yang Inklusif” untuk mendorong lahirnya Kabupaten Inklusi dengan melibatkan seluruh kelompok marjinal dalam pembangunan daerah. (Mitra Peduli: Yayasan LKIS | Lokasi: Yogyakarta | Mitra Payung: Satunama | Foto: Satunama | Februari 2018)

Inklusi Sosial dalam Diskusi dan Panggung Budaya

Mitra Peduli menggelar diskusi dan panggung budaya dengan menghadirkan Prof. Dr. Bungaran Antonius Simanjuntak, Sudarto dari Setara Institute, dan penampilan budaya dari komunitas Ugamo Bangsa Batak dan Parmalim. Acara ini diikuti oleh sejumlah peserta dari kalangan akademisi, penganut kepercayaan, pemerintah, dan jurnalis. (Mitra Peduli: Aliansi Sumut Bersatu | Lokasi: Sumatera Utara | Mitra Payung: Satunama | Foto: Satunama | November 2017)

Dampingi Perkawinan, Wujudkan Kesetaraan

Mitra Peduli melakukan pendampingan perkawinan bagi 58 pasangan penghayat Marapu dan 13 pasangan penganut agama di Kecamatan Kanatang. (Mitra Peduli: Yayasan Wali Ati | Lokasi: Sumba Timur, NTT | Mitra Payung: Satunama | Foto: Satunama | Januari 2018)

Mandiri Tanpa Tinggalkan Tradisi

Mitra Peduli menggelar Pembukaan Penyelenggaraan Sekolah Adat Bayan yang dihadiri oleh perwakilan dari Disbudpar, Dikpora, tokoh desa, dan masyarakat adat Bayan. Harapannya, masyarakat adat Bayan mampu merespon perkembangan pariwisata yang pesat di Kabupaten Lombok Utara tanpa meninggalkan tradisi dan adat setempat. (Mitra Peduli: SOMASI NTB | Lokasi: Lombok, NTB | Mitra Payung: Satunama | Foto: Satunama | Desember 2017)

Festival Wai Humba untuk Masyarakat Sumba

Rangkaian Festival Wai Humba dibuka dengan festival anak se-Sumba yang juga diikuti oleh anak-anak dari Komunitas Marapu sebagai wahana membangun kearifan lokal. (Mitra Peduli: YPK Donders | Lokasi: Sumba, NTT | Mitra Payung: Satunama | Foto: Satunama | November 2017)

Kampung Tertib Adminduk

Kasi Informasi dan Data Kependudukan Catatan Sipil BPMPD dan Capil Provinsi NTB bekerja sama untuk memenuhi hak identitas legal seluruh warga melalui gerakan "Kampung Tertib Adminduk". (Mitra Peduli: Lakpesdam NU | Lokasi: NTB | Foto: Jay | Agustus 2017)

Toleransi Beragama di Honihama

Toleransi beragama di Honihama merupakan warisan dari dua bersaudara, Ama Kia Beda dan Ama Oron Tewa, yang masing-masing membawa ajaran Katolik dan Islam tanpa perdebatan panjang tentang mana ajaran yang paling benar. (Mitra Peduli: Yayasan Satunama | Lokasi: Flores, NTT| Foto: Yayasan Satunama | Juli 2017)

Gotong Royong Wujudkan Mataram Tertib Adminduk

Lakpesdam Mataram dan Dukcapil setempat mendekatkan akses dan layanan bagi difabel dengan melakukan pelayanan adminduk langsung ke lingkungan Butun Indah, Kelurahan Bertais. (Mitra Peduli: Lakpesdam PCNU Mataram | Lokasi: Palu | Mitra Payung: Lakpesdam NU | Lokasi: Kota Mataram, NTB | Foto: Jay | November 2017)