Beranda Pustaka Blog Wujudkan Inklusi Sosial, Program Peduli Dukung Ruang Kerja Inklusif

Wujudkan Inklusi Sosial, Program Peduli Dukung Ruang Kerja Inklusif

Blog / Orang dengan disabilitas Mitra Payung : Semua Mitra

Keragaman merupakan hal penting yang dapat menjadi kekuatan dalam banyak hal, termasuk dalam bidang pekerjaan. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk membangun inklusivitas dalam bidang pekerjaan adalah dengan menerapkan ruang kerja inklusif. Dengan ruang dan budaya kerja inklusif, seluruh karyawan dapat memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan perusahaan yang lebih baik, bagaimana pun latar belakang mereka.

Beberapa perusahaan telah menetapkan ruang kerja inklusif untuk memastikan agar seluruh karyawan dapat benar-benar merasa diterima, aman, dan bebas menjadi diri sendiri selama mereka bekerja. Begitu juga dengan Program Peduli yang turut mendukung nilai-nilai inklusi sosial dalam bidang pekerjaan dan karier profesional, salah satunya bagi orang dengan disabilitas.

Berdasarkan data dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) pada akhir 2017, jumlah orang dengan disabilitas di Indonesia mencapai 30 juta orang. Akan tetapi, masih banyak tenaga kerja disabilitas yang tidak terberdayakan. Padahal, menurut UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, pemerintah pusat maupun daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 2% dari total pekerja. Sementara itu, sektor swasta wajib mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 1% dari total pekerja.

Untuk itu, Peduli bekerja sama dengan Kolega Coworking Space dan komunitas Lingkaran dalam mengadakan program ruang kerja inklusif yang mendukung orang dengan disabilitas untuk senantiasa produktif dan kreatif. Dalam program ini, teman-teman disabilitas yang telah mendaftar bisa mengikuti talkshow “Disability Doesnt Mean Inability” yang diselenggarakan pada 21 Mei 2018. Talkshow tersebut dihadiri oleh aktivis tuli Surya Sahetapy, founder Mimi Institute Mimi Mariani Lusli, Disability Specialist dari Bappenas Marthella Sirait, dan CMO Design for Dream Imam Pesiwaryantoro.

Dalam talkshow tersebut, Marthella Sirait menyampaikan bahwa ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, yaitu 1) Universal design; komposisi lingkungan yang dapat diakses, dipahami, dan digunakan semaksimal mungkin oleh semua orang tanpa memandang latar belakang mereka, 2) SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely), 3) Prinsip akomodasi yang layak, dan 4) Ragam akomodasi.

Sementara itu, Mimi Mariani berbicara tentang pentingnya memberikan pelatihan bagi orang dengan disabilitas sebelum mereka bekerja. Pelatihan ini bertujuan agar mereka mampu bertahan dalam situasi pekerjaan apa pun sehingga dapat terus bekerja atau berkarya. Orang dengan disabilitas juga harus aktif dan berani mengomunikasikan apa yang ia butuhkan dalam pekerjaannya.

Hal ini juga ditegaskan oleh Surya Sahetapy yang mengatakan bahwa semua pekerjaan bisa dilakukan oleh orang dengan disabilitas asalkan perusahaan memberikan aksesibilitas agar mereka dapat terus bekerja dan berkarya.

Selain talkshow, program Peduli bersama Kolega Coworking Space dan komunitas Lingkaran ini juga memfasilitasi teman-teman disabilitas dalam Kelas Kolektif yang diadakan pada 21, 22, 24, dan 25 Mei 2018. Kegiatan ini berupa pelatihan kemampuan menulis bagi teman-teman disabilitas yang dimentori oleh Bayu Maitra. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didukung oleh Kementrian Tenaga Kerja RI, Innovation Room, dan Soyjoy Indonesia dalam upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif.