Beranda Pustaka Blog Senyum Sriyanto Dan KTP Kebanggaannya

Senyum Sriyanto dan KTP Kebanggaannya

Blog / Orang dengan disabilitas Mitra Payung : YAKKUM

Disabilitas merupakan salah satu kelompok tereksklusi yang hingga saat ini masih mendapatkan penerimaan dan layanan sosial yang rendah dengan lemahnya pendataan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sampai saat ini, belum ada angka pasti mengenai populasi orang dengan disabilitas yang ada di Indonesia sehingga mereka tidak bisa mendapatkan hak-hak mereka untuk dapat mengakses layanan publik dan bantuan sosial.

Inilah yang terjadi pada Sriyanto, orang dengan disabilitas Cerebral Palsy (CP) yang tinggal di Polokarto, Sukoharjo. Hambatan mobilitas dan mental yang dialaminya membuat masyarakat sekitar menganggap kalau orang dengan disabilitas tidak perlu mendapatkan fasilitas yang sama seperti orang lain. Ini juga yang membuat keluarganya menganggap bahwa identitas dan pendidikan bukan hal yang penting bagi Sriyanto. Padahal, seperti semua orang, Sriyanto juga punya mimpi. Ia bermimpi memiliki usaha dan penghasilan sendiri, lalu menikah dengan perempuan pilihannya.

Melalui Program Peduli, YAKKUM dan mitra CSO melakukan pendataan di tingkat lokal dan menggunakan data tersebut untuk melakukan advokasi layanan dan kebijakan. Pada Oktober-Desember 2018, Program Peduli Pilar Disabilitas telah menghasilkan capaian signifikan. Pada level nasional, YAKKUM dan jaringan CSO berhasil menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesejahteraan Sosial yang meliputi empat pilar, yakni rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial. Sementara itu, pada level daerah, capaian signifikan dapat dilihat dari akses layanan e-KTP, pemberian modal usaha bagi disabilitas, penyediaan prasarana umum ramah disabilitas, serta pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi disabilitas.

Salah satu hasilnya adalah dampingan intensif fasilitator SEHATI, mitra Program Peduli di Sukoharjo, untuk mendukung Sriyanto agar dapat memperoleh hak-haknya sebagai WNI. Berkat dampingan SEHATI, Sriyanto jadi lebih termotivasi. Tekadnya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya dimulai dengan menjadi penjual pulsa dan pengumpul kardus bekas yang nantinya dijual lagi ke pengumpul lainnya. Kini, Sriyanto memiliki usaha dan penghasilan sendiri.

Bukan cuma itu, perubahan terbesar yang dialami Sriyanto adalah sekarang ia punya KTP. Bagi sebagian orang, memiliki KTP mungkin bukan hal yang istimewa. Tapi, bagi Sriyanto, KTP adalah kebanggaannya. Ia jadi lebih percaya diri dan terbantu dengan adanya KTP. Jika ada yang bertanya namanya, dengan bangga Sriyanto menunjukkan KTP-nya. Bagi Sriyanto, KTP bukan sekadar tanda pengenal, melainkan juga cara lain untuk berkomunikasi seandainya ada orang yang tidak memahami maksud ucapannya. Dengan KTP, ia juga bisa mengakses berbagai layanan dan bantuan sosial dari pemerintah.

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi selanjutnya, Sriyanto juga berharap agar fasilitas umum lebih aksesibel. Misalnya, fasilitas jalan dan bangunan menuju masjid yang bisa diakses Sriyanto supaya bisa pergi ke masjid dan ikut shalat berjamaah.