Beranda Pustaka Blog Program Peduli Bekerja Untuk Melindungi Anak Buruh Migran

Program Peduli Bekerja untuk Melindungi Anak Buruh Migran

Blog / Anak dan remaja rentan Mitra Payung : LPKP

Program Peduli 2015-2016 di NTB telah berhasil mendorong terbitnya Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 400/10/BP3AKB tanggal 18 Januari 2017 tentang perlindungan Anak Buruh Migran. Surat Edaran ini ditujukan bagi Bupati/Walikota Surat Edaran NTB dan Kepala SKPD/Unit Pelaksana Kerja Pemerintah Provinsi NTB. Surat Edaran diterbitkan dalam rangka menjamin pemenuhan hak-hak dasar anak buruh migran dalam mengakses layanan (pendidikan, kesehatan, dan hak sipil serta bantuan social lainnya) dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan non diskriminasi.

Tiga hal yang diminta dari SE tersebut adalah:

  1. Koordinasi untuk membangun sinergi para pihak baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota bersama menuntaskan persoalan anak buruh mingran, memberikan layanan social dasar berupa bantuan siswa miskin (BSM), Kartu Indonesia Pintar (KIP), BPJS Kesehatan/Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), akte kelahiran gratis.
  2. Bupati/Walikota membuat dan mengimplementasikan kebijakan, perencanaan penganggaran yang responsive terhadap perlindungan anak buruh migran termasuk terakomodir dalam penggunaan Dana Desa.
  3. Meningkatkan dana memperkuat partisipasi masyarakat dan lembaga multipihak lainnya yang peduli anak melalui forum-forum warga dan forum multipihak yang sudah ada secara berjenjang dari tingkat dusun, desa, hingga provinsi.

Pengawalan terhadap implementasi Surat Edaran tersebut mulai dilakukan pada Program Phase 2017-2018. Upaya-upaya yang dilakukan oleh mitra pelaksana program peduli (CSO) SANTAI Mataram dalam mengawal proses implementasi Surat Edaran Gubernur NTB adalah:

  • Memastikan bahwa surat edaran tersebut tersosialisasi dan terimplementasikan sampai ke tingkat pemerintah desa
  • Membangun koordinasi mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat desa
  • Melakukan penguatan pada kader – kader desa untuk terus melakukan advokasi di tingkat desa dalam mendorong alokasi dana desa
  • Melakukan pendampingan dan assistensi kepada anak, orangtua, pengasuh dan masyarakat dalam gerakan inklusi sosial bagi seluruh anak buruh migran

Upaya-upaya ini bukan saja dilakukan untuk wilayah dampingan lama program peduli di Lombok Timur akan tetapi juga dalam rangka memperluas wilayah dampingan yang baru di Kabupaten Lombok Tengah.  Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah merespon baik dan positif terkait implementasi SE ini dan memberikan dukungan atas rencana pelaksanaan program peduli di wilayah ini tepatnya di Desa Jago dan Desa Sukaraja yang mendapat sambutan baik dari pihak kepala desa wilayah tersebut. Selain itu, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan Tokoh agama sangat mendukung kegiatan yang dilakukan dan sudah terpetakan tokoh, pemuda dan kader yang akan menkung gerakan inklusi anak buruh migrant di tingkat desa hingga kecamatan.