Beranda Pustaka Blog Meningkatkan Sistem Pengumpulan Data Untuk Meningkatkan Akses Terhadap Layanan Publik Bagi Kelompok Marjinal

Meningkatkan Sistem Pengumpulan Data untuk Meningkatkan Akses Terhadap Layanan Publik Bagi Kelompok Marjinal

Blog / Orang dengan disabilitas Mitra Payung : YAKKUM

Program Peduli telah mengadopsi pendekatan berbasis data dalam upaya meningkatkan akses terhadap layanan publik bagi kelompok-kelompok marjinal, termasuk orang dengan disabilitas dan masyarakat adat terpencil.

Bekerja sama dengan pemerintah daerah, mitra Peduli untuk Pilar Orang Dengan Disabilitas mengadopsi pendekatan berbasis data yang inklusif untuk meningkatkan akses terhadap layanan publik untuk orang dengan disabilitas. Data dikumpulkan di 6 wilayah kerja dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan orang dengan disabilitas. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengadvokasi penyampaian layanan yang lebih baik bagi orang disabilitas, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Misalnya, Pattiro (mitra Peduli) telah berhasil mengadvokasi empat pusat kesehatan masyarakat di Lombok Barat untuk dinyatakan sebagai ‘pusat kesehatan inklusif’ dan Dinas Kesehatan menyediakan kartu BPJS kepada lebih dari 280 orang dengan disabilitas dan keluarganya.

Di kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Kesehatan telah mengadopsi sistem yang lebih inklusif untuk mengumpulkan data populasi dengan menggunakan alat inovatif yang diperkenalkan oleh mitra pelaksana Program Peduli, Karina Kas. Alat pengukuran populasi inklusif ini mengakomodasi kuesioner statistik disabilitas dari Washington Group yang menghasilkan data disabilitas yang lebih akurat dan sebanding secara internasional untuk mengembangkan program dan kebijakan untuk penyediaan layanan yang lebih baik. Di daerah program lainnya, seperti di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya (dengan mitra Peduli Yayasan Bahtera) dan Kulon Progo dan Sleman (dengan mitra Peduli SIGAB), data disabilitas yang dikumpulkan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Desa untuk membantu pemerintah desa untuk menanggapi kebutuhan dasar orang disabilitas.

Yayasan Samanta, salah satu organisasi masyarakat sipil, bekerja sama dengan pemerintah desa di Mekarsari, Lombok Timur untuk meningkatkan sistem pengumpulan data di tingkat desa. Masyarakat desa Mekarsari adalah komunitas yang tergantung pada hutan yang mengalami rendahnya pelayanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan, dan stereotip negatif. Sistem Participatory Poverty Assessment and Monitoring (PPAM) diadopsi oleh pemerintah daerah Lombok Timur untuk digunakan di beberapa desa. Bekerja dengan jaringan organisasi masyarakat sipil setempat, sebuah kelompok advokasi masyarakat membentuk dewan perencanaan bertema perempuan (di tingkat kecamatan dan kabupaten) untuk mengadvokasi kebutuhan spesifik perempuan dan kelompok marjinal.

Mitra-mitra Program Peduli berfokus pada model pengumpulan data yang sesuai dengan sistem pemerintah daerah dan undang-undang yand ada untuk memudahkan kerjasama antara organisasi masyarakat sipil dan perwakilan pemerintah daerah untuk meningkatkan penyediaan layanan dasar bagi kelompok-kelompok marjinal.