Beranda Pustaka Blog Mengenal Generasi PINTAR: Inisiatif Orang Muda Untuk Indonesia Inklusif

Mengenal Generasi PINTAR: Inisiatif Orang Muda untuk Indonesia Inklusif

Blog / Semua Pilar Mitra Payung : Semua Mitra

Grace Lolona
Staf Magang Program Peduli

 

Dari masa ke masa, generasi muda selalu menjadi aktor penting dalam melakukan perubahan dan memperjuangkan isu-isu sosial. Di era kontemporer, kaum muda dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif. Menyadari hal tersebut, Program Peduli memprioritaskan pengembangan inisiatif orang muda yang aktif dalam gerakan sosial untuk menciptakan Indonesia yang inklusif. Mereka disebut sebagai Generasi Pandu Inklusi Nusantara (PINTAR).

Generasi PINTAR telah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan kelompok marginal. Salah satunya adalah The Big ‘Little’ Women: Seeing the Unseen, yaitu kegiatan yang diselenggarakan untuk  merayakan Hari Perempuan Internasional. 

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan perempuan dari kelompok marginal seperti perempuan adat Kasepuhan Karang, perempuan dengan disabilitas, perempuan pekerja pabrik, transpuan atau waria, dan korban eksploitasi seksual komersial berbagi cerita dengan para peserta lainnya dalam suasana yang hangat. Setelah itu, peserta diajak untuk ikut serta dalam pertunjukan seni interaktif sebagai pengalaman personal dalam memahami stigma dan diskriminasi. 

Sebelumnya, Generasi PINTAR juga berkolaborasi dengan Kineforum untuk mengadakan pemutaran film “Mengenal Marginal” dan menyajikan berbagai film terkait permasalahan kelompok marginal, seperti film berjudul “Istri Orang”, “Turah”, “Jalan Raya Pipikoro”, “Di Tepi Kali Progo”, “Sebelum Berangkat”, “Bermula dari A”, dan “Heaven for Insanity”.

Berawal dari komunitas relawan yang cair, Generasi PINTAR pun berkembang menjadi sebuah entitas kaum muda yang lebih terorganisasi. Generasi PINTAR memiliki visi akan 

Terwujudnya peran aktif dan bermakna dari orang muda sebagai wadah dan penggerak untuk menciptakan inklusi sosial yang berkelanjutan bagi kelompok marginal di Indonesia.

Untuk mendukung hal tersebut, Program Peduli mengadakan serial peningkatan kapasitas daring bagi para pemuda yang berkomitmen. Serial peningkatan kapasitas ini dilakukan sejak 25 April 2020, bersama dengan delapan organisasi mitra payung nasional Program Peduli yang meliputi Lembaga Pengkaji Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP), Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Kemitraan, Yakkum, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam), dan Yayasan Satunama. 

Sesi daring tersebut dilakukan sebanyak sembilan kali, dengan tiap sesi membahas satu pilar Program Peduli. Sembilan pilar isu yang dibahas adalah anak pekerja migran (APM), korban pelanggaran HAM berat, masyarakat adat, difabel, anak yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), anak yang dilacurkan (AYLA), waria, korban kekerasan berbasis agama minoritas, dan penghayat kepercayaan. Dalam beberapa sesi, narasumber dari kelompok dampingan, mitra pelaksana, dan relawan mitra pelaksana juga bergabung dalam kegiatan ini. 

Serial peningkatan kapasitas Generasi PINTAR bersama mitra Program Peduli bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta terkait isu kelompok marginal dan inklusi sosial, meningkatkan kepekaan dan kemampuan analisis sosial, serta memantik ide aksi/kampanye yang dapat dilakukan untuk mendukung inklusi sosial. 

Di akhir setiap sesi, peserta diminta untuk membagikan refleksi individunya. Terkait isu AYLA, peserta mencoba kampanye kecil di media sosial guna meningkatkan kesadaran orang-orang terdekat mereka. Kegiatan tersebut cukup menarik perhatian sehingga beberapa orang menyatakan antusiasmenya untuk bergabung menjadi bagian dari Generasi PINTAR. Respon baik tersebut ternyata mampu meningkatkan semangat peserta sekaligus menunjukkan besarnya potensi anak muda di sekitar kita. 

Selain sembilan sesi di atas, terdapat pula dua sesi tambahan yang dilakukan bersama Pamflet Generasi serta aktivis pemuda Aquino Hayunta dan Afra Suci Ramadhan. Dalam kedua sesi tersebut, Muhamad Hisbullah Amrie dari Pamflet Generasi berbagi tentang manajemen gerakan dan organisasi remaja, sedangkan Aquino Hayunta dan Afra Suci Ramadhan bercerita tentang gerakan anak muda dari masa ke masa serta potensinya di Indonesia. Sesi tersebut dilaksanakan pada 22 Mei 2020 dan menjadi sesi terakhir peningkatan kapasitas Generasi PINTAR. Langkah selanjutnya yang masih akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan dan rencana kerja.

Meski berhadapan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan di masa pandemi ini, Generasi PINTAR tetap berusaha mendukung kelompok marginal dalam menghadapi pandemi Covid-19, salah satunya lewat kerja sama dengan Indorelawan. Dalam inisiatif #BersatuLawanCorona dan #MaskerUntukSemua, mereka menyalurkan paket sembako dan masker untuk komunitas Cina Benteng di Tangerang, pedagang kaki lima, anak-anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Cinere, serta komunitas waria di Tambora. Ke depannya, Generasi PINTAR akan terus hadir lewat berbagai aksi guna mencapai Indonesia yang inklusif.