Beranda Pustaka Blog “Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas”: Kunci-kunci Ibadah Bagi Penyandang Disabilitas

“Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas”: Kunci-kunci Ibadah bagi Penyandang Disabilitas

Blog / Orang dengan disabilitas Mitra Payung : Lakpesdam PB NU

Meski Indonesia sudah menetapkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, masih banyak penyandang disabilitas yang kurang terfasilitasi, bahkan mendapatkan perlakuan diskriminatif dan dianggap merepotkan. Padahal, kondisi disabilitas seseorang berdampak pada kemampuan orang tersebut untuk berpartisipasi di tengah masyarakat. 

Beberapa hambatan yang sering kali dialami oleh para penyandang disabilitas di Indonesia adalah kesulitan dalam mengakses layanan umum, seperti pendidikan, kesehatan, maupun ketenagakerjaan. Kondisi disabilitas seharusnya tidak menjadi halangan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh hak hidup dan mempertahankan kehidupannya. 

Dalam bidang keagamaan, tentu ada hambatan yang juga harus dihadapi oleh para penyandang disabilitas. Hambatan tersebut tidak hanya terbatas pada aspek-aspek ibadah, tetapi juga aspek-aspek lain seperti terbatasnya bahan bacaan keagamaan bagi penyandang disabilitas, terbatasnya ustaz atau tokoh agama dari kalangan disabilitas, hingga majelis taklim atau kegiatan keagamaan yang belum ramah disabilitas.

Oleh karena itu, buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas ini hadir untuk menjawab hambatan-hambatan tersebut sehingga masyarakat dapat berkontribusi memberikan informasi yang dibutuhkan para penyandang disabilitas melalui berbagai macam media dan agar  penyandang disabilitas dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan informasi terkait tindak-tanduk ibadah yang perlu mereka ketahui.

Buku yang ditulis oleh Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD-UB) bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, serta Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) ini merupakan hasil pencanangan Program Islam Inklusif yang telah dilakukan dua tahun lalu. Harapannya, buku ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk mewujudkan tempat-tempat ibadah, khususnya bagi umat Islam, yang ramah disabilitas.

Buku ini juga hadir untuk mengungkap berbagai hal terkait pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas. Penjelasan terkait disabilitas dalam buku ini dimulai dengan bagaimana diskriminasi bermula, ragam dan karakteristik disabilitas yang perlu diketahui oleh masyarakat, situasi penyandang disabilitas di Indonesia, hingga situasi penyandang disabilitas muslim di Indonesia.

Pada bagian ini, dijelaskan bahwa disabilitas merupakan sebuah konsep yang akan terus berkembang dan berubah karena hal tersebut merupakan interaksi antara individu dengan keterbatasan kemampuan, sikap masyarakat, dan lingkungan yang menghambat partisipasi individu tersebut di dalam kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya, buku ini mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana pandangan Islam mengenai disabilitas. Pada bagian ini, dijelaskan bagaimana posisi manusia sebagai makhluk, apa saja hak dan kewajibannya, hingga hukum haramnya stigma dan diskriminasi. Bagian ini juga memberikan titik terang bagi pembaca mengenai apa saja kewajiban keluarga, masyarakat, dan negara; serta apa saja prinsip-prinsip kemudahan dalam Islam terkait disabilitas.

Salah satu masalah yang kerap dialami oleh kebanyakan penyandang disabilitas adalah ketika mereka menjalankan ibadah, namun tidak dengan cara yang sempurna. Lantas, bagaimana Islam memandang hal tersebut?

Bab IV dalam buku ini menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan secara detail berdasarkan ayat-ayat Alquran maupun hadist terkait bagaimana seyogianya penyandang disabilitas melakukan rukun-rukun ibadah. Misalnya, bagaimana cara bersuci bagi disabilitas, bagaimana hukum membawa kursi roda atau tongkat yang kotor ke dalam masjid, keringanan apa saja yang diperoleh para penyandang disabilitas, hingga hukum-hukum yang perlu diketahui dan tentu saja dapat memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas dalam menjalankan ibadah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai keutamaan ibadah bagi para penyandang disabilitas, tapi juga mengajak seluruh pembaca untuk lebih memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas dalam menjalankan ibadah.

Selamat membaca!