Beranda Pustaka Blog 5 Film Bertema Inklusi Sosial Yang Wajib Kamu Tonton

5 Film Bertema Inklusi Sosial yang Wajib Kamu Tonton

Blog / Semua Pilar Mitra Payung : Semua Mitra

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan praktik baik inklusi sosial, salah satunya adalah dengan menonton film-film bertema inklusi sosial supaya wawasan kita semakin bertambah dan kita pun bisa mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk memperlakukan orang-orang di lingkungan sekitar kita. Yuk, simak film apa saja yang bisa bikin kita makin inklusif!

1. Sex Education (2019)

Film serial ini bercerita tentang Otis, seorang remaja di Inggris yang mengalami keterlambatan seksual dan tidak populer di sekolahnya. Meski begitu, pengetahuan seks Otis justru lebih baik dibandingkan teman-temannya sehingga ia dijadikan sebagai panutan oleh murid-murid lain di sekolahnya untuk memahami pendidikan seks sejak dini. Film ini tidak hanya mengajak kita untuk mengenal edukasi seks sejak dini, tapi juga mengajak kita untuk memahami kalau bullying adalah tindakan yang sudah ketinggalan zaman. Dalam film ini, bullying digambarkan sebagai tindakan yang bodoh, norak, bahkan dijauhi oleh semua orang. Lewat film ini, kita juga diajak untuk belajar menerima jati diri masing-masing karena setiap orang dilahirkan dengan berbagai macam perbedaan. Film ini mengajak setiap orang untuk menyikapi perbedaan secara adil dengan cara berteman tanpa pandang bulu.

2. Wonder (2017)

Film ini bercerita tentang Auggie, seorang anak yang terlahir dengan kelainan wajah atau Treacher Collin Syndrome (TCS). Karena sindrom tersebut, Auggie harus menjalani banyak sekali operasi agar organ-organ di wajahnya dapat berfungsi: mata agar bisa melihat, telinga agar bisa mendengar, dan saluran pernapasan agar bisa berfungsi dengan baik. Melalui film ini, kita diajarkan untuk memperlakukan setiap orang secara adil. Uniknya, film ini tidak membangun harapan palsu bagi mereka yang terlahir berbeda, yang memang mustahil untuk hidup tanpa olokan, diskriminasi, bahkan sumpah serapah. Namun, bukan berarti hidup bahagia adalah sebuah kemustahilan bagi mereka. Film ini cocok banget untuk ditonton bareng keluarga, lho!

3. Ngenest (2015)

Film komedi yang dibintangi Ernest Prakasa ini berusaha untuk membuka mata masyarakat Indonesia agar dapat memahami bagaimana dampak stereotip negatif yang sering kali melekat pada etnis di Indonesia, salah satunya Tionghoa. Sejak kecil, Ernest sering kali mengalami bullying dan diskriminasi. Tapi, ia bertekad untuk menikahi pribumi agar dapat memperbaiki nasib keturunannya. Film ini mengajak penonton untuk dapat melihat dan memahami posisi sulit yang dihadapi oleh keluarga Tionghoa di Indonesia. Melalui film ini, kita juga dapat belajar untuk tidak mudah menilai seseorang hanya berdasarkan suku, agama, ras, dll. dan bertindak adil kepada siapa pun.

4. Tanah Surga… Katanya (2012)

Bercerita tentang kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan. Uniknya, kondisi perbatasan yang belum terjangkau pembangunan ini tidak membuat mereka tergiur untuk berpindah ke Malaysia. Mereka justru sangat mencintai Indonesia dan berupaya melakukan berbagai macam hal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Melalui film ini, kita tidak hanya diajak untuk melihat bagaimana sulitnya masyarakat perbatasan dalam mengakses berbagai layanan dari pemerintah, tapi juga diajari untuk memaknai kecintaan mendalam terhadap tanah air Indonesia dengan senantiasa mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi.

5. The Crucible (2011)

Film yang dikenal dengan judul Silenced ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Gwangju Inhwa School, Korea Selatan. Bercerita tentang seorang siswi disabilitas tuli yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual berulang selama hampir lima tahun. Lantas, seorang guru bernama Gang In Ho menemukan fakta bahwa ada banyak siswa yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual serupa. Bersama aktivis HAM bernama See You Jin, ia kemudian berjuang untuk mengungkap kasus tersebut dan menolong korban lainnya. Perjuangan Gang In Ho dan See You Jin tidak main-main. Keadilan yang mahal harganya harus diperoleh dengan susah payah karena kepala sekolah, guru, staf, polisi, bahkan hakim justru menutupi kasus tersebut. Meski tidak mendapatkan hasil sesuai dengan ekspektasi, perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua bulan tayang, film ini berhasil membuat Gwangju Inhwa School secara resmi ditutup pada akhir 2011. Tertarik untuk menonton film yang satu ini? Siapkan tisu dan mental yang kuat sebelum menonton ya!

Nah, dari kelima film tersebut, mana yang paling ingin kamu tonton? Ajak teman-temanmu untuk nonton bareng, ya!