Beranda Pustaka Berita Program Peduli Gelar Lokakarya untuk Pembangunan Inklusif

Program Peduli Gelar Lokakarya untuk Pembangunan Inklusif

Berita / Semua Pilar Mitra Payung : Semua Mitra

Yogyakarta, 27-28 Juli 2017 – Program Peduli menggelar Lokakarya Kelompok Pembelajaran Inklusi (Seri Program Learning Group – PLG) yang dihadiri oleh pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil yang menangani Program Peduli di daerah, dan pemerintah pusat untuk bertukar pengalaman dan cara-cara menjalankan pembangunan inklusif dalam setiap proses pembangunan di daerah tingkat kabupaten/kota.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengarusutamaan pembangunan inklusif di setiap daerah, mendorong kerjasama pemda dengan organisasi masyarakat sipil, merumuskan tantangan-tantangan dan faktor-faktor kunci pembangunan inklusif, serta merancang tindak lanjut integrasi Pembangunan Inklusif dalam Rencana Kerja Pembangunan Pemerintah bersama kelompok masyarakat sipil lokal, khususnya pada Tahun Anggaran 2018.

Oleh sebab itu, kegiatan lokakarya dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai dengan tujuan-tujuan tersebut. Setiap sesi menghadirkan narasumber dari berbagai daerah, seperti Bupati Sigi, Kepala Bappeda Makassar, Lurah Pejanggik, dan Kepala Desa Limbangan Timur yang masing-masing bercerita tentang pengalaman dalam melakukan pembangunan inklusif di daerah mereka.

Segenap Pemerintah Pusat yang hadir dalam lokakarya ini adalah perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa & Kawasan (Deputi VII) dan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan (Deputi V)), Kementerian Dalam Negeri (Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Deputi Perlindungan Anak), serta Kementerian Sosial (Direktorat PKAT, Direktorat Rehabilitasi Sosial & Penyandang Disabilitas).

Selain itu, kegiatan PLG juga diisi dengan diskusi oleh seluruh peserta untuk sama-sama merumuskan apa saja tantangan dan faktor kunci dalam melakukan pembangunan inklusif di masing-masing daerah. Terakhir, acara ditutup oleh diskusi inklusi di Desa Sendangtirto yang dihadiri oleh Pemerintah Desa Sendangtirto, Pemerintah Kecamatan Berbah, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan perwakilan Sigab Yogyakarta untuk berbagi pengalaman terkait Pembangunan Inklusif di daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Peduli dan The Asia Foundation ini menjadi titik temu inklusi bagi pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk berbagi pengalaman sekaligus menemukan solusi dalam Pembangunan Inklusif di daerah-daerah.