Beranda Pustaka Berita Penuhi Hak Para Penghayat, Untag Buka Program Studi Kepercayaan kepada Tuhan YME

Penuhi Hak Para Penghayat, Untag Buka Program Studi Kepercayaan kepada Tuhan YME

Berita / Korban diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama Mitra Payung : Semua Mitra

Usai keluarnya putusan MK nomor 97/PUU-XIV/2016 pada 18 Oktober 2017, pemerintah mulai melakukan pencantuman kolom kepercayaan bagi para penghayat. 

Di Yogyakarta, terdapat 22 kelompok penghayat yang masih belum mencantumkan kepercayaan mereka di KTP. Sayangnya, hingga 15 Juni 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta baru menerima dua permohonan terkait pencantuman penghayat kepercayaan di KTP dari warga setempat. Padahal, setiap warga yang mengajukan permohonan tersebut akan secara otomatis memperoleh kartu keluarga (KK) baru yang juga sudah mencantumkan kolom penghayat kepercayaan.

Oleh karena itu, sosialisasi kepada kelompok masyarakat terkait pencantuman penghayat kepercayaan di KTP terus dilakukan; mulai dari pertemuan kelompok penghayat hingga sosialisasi di paguyuban melalui RT.

Sementara itu, melalui surat bernomor B/891/L6/KL.00.00/2019 pada 12 Juni 2019, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jawa Tengah telah memberikan rekomendasi kepada Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang untuk membuka program studi baru, yaitu Pendidikan Kepercayaan kepada Tuhan YME. Nantinya, program studi tersebut akan bekerja sama dengan Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan YME dan Tradisi Kemendikbud. 

Selain bertujuan untuuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan pembinaan terhadap penghayat kepercayaan, pembukaan prodi ini juga dilakukan untuk memberikan pengakuan kepada para penghayat. 

Jika permohonan pembukaan program studi baru ini disetujui Kemenristekdikti, maka Untag akan menjadi kampus pertama dan satu-satunya di Jateng yang memiliki program studi Pendidikan Kepercayaan kepada Tuhan YME.

“Tinggal bagaimana Untag Semarang nanti menyediakan tenaga pengajar. Untuk satu prodi ini, tiga sampai lima dosen cukup, ditambah beberapa aksesor. Kalau mahasiswa, di tahun pertama satu kelas, 15-20 orang sudah cukup,” ungkap Sugiharto selaku Kepala LL Dikti Wilayah VI yang dikutip dari Bisnis.com.

Mengutip IDN Times, Rektor Untag Semarang, Prof. Suparno, mengatakan bahwa pembukaan prodi tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa kampusnya sudah sering menangani para penghayat yang terjerat kasus hukum.

“Karena beberapa kali kami ikut advokasi perkara yang melibatkan penganut penghayatan, itu yang menjadi pertimbangan dari Kemenristek. Kami langsung menangkap peluang itu dengan membuka prodi Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Suparno kepada IDN Times, Jumat (14/6).

Prodi Kepercayaan kepada Tuhan YME ini natinya akan tergabung dalam Fakultas Seni dan Budaya Untag dan rencananya akan dibuka pada tahun ajaran baru 2019/2020. Suparno juga berharap jika pembukaan prodi ini dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat luas mengenai seluk-beluk ajaran yang terkandung dalam aliran Kepercayaan kepada Tuhan YME.

Saat ini, materi perkuliahan program studi tersebut masih disusun oleh panitia Kemenristek. Sementara itu, Untag sendiri sudah menyiapkan enam dosen yang kompeten untuk mengajar di prodi tersebut.

 

Sumber: