Beranda Pustaka Berita Pembentukan Kader Gerakan Revolusi Mental sebagai Komitmen Pemda Bulukumba dalam Mewujudkan Masyarakat Inklusif

Pembentukan Kader Gerakan Revolusi Mental sebagai Komitmen Pemda Bulukumba dalam Mewujudkan Masyarakat Inklusif

Berita / Masyarakat adat dan lokal terpencil yang tergantung pada sumber daya alam Mitra Payung : Kemitraan

Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif pada 2045, diperlukan adanya akses bagi tiap warga negara terhadap keadilan, partisipasi dalam penyusunan kebijakan, serta pengentasan kesenjangan sosial. Oleh sebab itu, Program Peduli menginspirasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Pembangunan Manusia Inklusif untuk lebih memperhatikan keberadaan kelompok masyarakat yang terpinggirkan, yang tidak dapat mengakses dan mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara, akibat cara pandang atau diskriminasi.

Pada 22 Mei 2018, Program Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba menggelar acara sosialisasi Pembentukan Kader Gerakan Revolusi Mental dan Pembangunan Inklusif yang bertempat di aula kantor Bappeda Bulukumba. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tommy Satria. Dalam sambutannya, ia mengatakan, “Tugas kita adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Revmen dalam pelaksanaan tugas setiap aparatur dan kader di Bulukumba.”

Kegiatan ini pada dasarnya merupakan upaya dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Panitia pelaksana, Alexander Mering, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyinergikan upaya dan praktik baik yang telah dilakukan oleh pemda dan masyarakat dalam pembangunan inklusif sehingga menjadi instrumen kerja revolusi mental di tingkat nasional dan daerah.  

Gelaran sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang meliputi seluruh camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan OPD, Kadis PUPR, dan Kadis Dukcapil. Rangkaian kegiatan dalam gelaran sosialisasi terdiri atas dua sesi. Pertama, sosialisasi tentang inisiatif dan upaya pemerintah dalam Gerakan Revolusi Mental dan Pembangunan Manusia Inklusif. Kedua, diskusi kelompok.

Sesi pertama dihadiri oleh Kepala Bappeda Bulukumba sebagai narasumber yang bertugas untuk memaparkan konsep pembangunan dan perencanaan daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang bertugas untuk memaparkan konsep revolusi mental terhadap petani, serta Kepala Pencatatan Sipil dan Kependudukan yang bertugas untuk memaparkan konsep pelayanan terhadap kelengkapan identitas hukum untuk masyarakat Bulukumba.

Sementara itu, diskusi kelompok pada sesi kedua dilakukan dengan membagi peserta menjadi tiga kelompok berdasarkan roadmap pengelolaan SDA yang sebelumnya telah disusun oleh Sulawesi Community Foundation (SCF) bersama pemda. Kelompok pertama berasal dari wilayah pegunungan, kelompok kedua dari wilayah daratan, dan kelompok ketiga dari wilayah pesisir. Dalam agenda diskusi tersebut, dibahas identifikasi masalah masing-masing wilayah dan diakhiri dengan pengajuan rekomendasi.

 

Sumber: http://scf.or.id/kegiatan/membangun-masyarakat-inklusif-melalui-pembentukan-kader-gerakan-nasionakl-revolusi-mental/