Beranda Pustaka Berita Dialog Bersama LP3TP2A untuk Anak Buruh Migran

Dialog Bersama LP3TP2A untuk Anak Buruh Migran

Berita / Anak dan remaja rentan Mitra Payung : LPKP

Malang, 2 Agustus 2017 – Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah dengan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang cukup banyak. Oleh sebab itu, banyak pula anak-anak buruh migran yang ditinggalkan oleh orang tuanya dan mengalami kekerasan maupun praktik kejahatan lainnya.

Berdasarkan data Lembaga Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (LP3TP2A) Kabupaten Malang, ditemukan bahwa banyak anak-anak buruh migran yang menjadi korban kekerasan oleh orang terdekat mereka. Hingga Juli 2017, tercatat sebanyak 18 kasus kekerasan seksual pada korban perempuan berusia 0-18 tahun terjadi.
Menurut Direktur LP3TP2A Kabupaten Malang, kekerasan yang dialami oleh anak-anak tersebut telah banyak ditangani. Namun, pencegahan tetap perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, upaya lain yang juga dilakukan LP3TP2A Kabupaten Malang adalah dengan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap anak-anak buruh migran. Salah satunya adalah dengan menggelar dialog bersama Bupati Malang Rendra Kresna, TAF, LPKP Jatim, dan DP3A Kabupaten Malang untuk berdialog tentang Program Peduli Inklusi Sosial Anak Buruh Migran (ABM) Kabupaten Malang.

Dengan adanya dialog ini, diharapkan pemerintah bersama para pemangku kepentingan lainnya dapat mengambil tindakan preventif untuk membangun masa depan anak buruh migran di Kabupaten Malang.